Seberapa sering sih kita tertekan karena situasi dan kondisi yang ada disekitar kita yang bisa kita bilang tidak pernah bersahabat dengan kita? Sebuah kondisi yang terkadang membuat kita mengikuti pilihan yang bukan keinginan kita, sebuah pilihan yang "terpaksa" kita ambil karena tekanan entah itu dari lingkungan, entah dari teman sendiri, atau mungkin orang tua. Saat kita mengambil keputusan yang "terpaksa" itu, akan terjadi dua kondisi yang paling memungkinkan, yang pertama, "Akan terjadi hal yang sesuai kita duga, yaitu hal yang membuat kita merasa bete dengan pilihan kita dan kita akan mengatakan,"Hal yang seperti ini ga akan terjadi dua kali", atau hal yang kedua yaitu,"Untung gw ikut, ternyata ga salah juga gw ikut pilihan lu" jadi pada akhirnya hanya akan ada dua kondisi, yang satu lu merasa bersalah karena ikut pilihan "terpaksa" tersebut, atau lu merasa beruntung, tapi yang mana yang lebih baik? It depends on yourself.
Tapi, saat kita tertekan, saat itulah sebenarnya kita bisa nunjukin diri kita untuk bisa lepas dari tekanan tersebut, apapun bentuk tekanan itu, walaupun pada saat itu mungkin tidak ada orang yang hendak mendukung kamu, kamu sendiri dan kamu merasakan you can't do this thing alone, because no one support you. One thing that I can say, you can overcome that pressure because there's always one person that always support you,"God". With Him, you can overcome something that impossible, with Him, you have courage to face the strong wind that disturb your way. Believe in yourself and believe in Him, the only one that always support you.
Saat kau tertekan, saat mungkin kamu merasa seolah-olah sudah kalah karena tekanan, percaya pada dirimu, this is a matter of "Confident" seberapa percaya diri-kah kamu untuk bisa lepas dari tekanan itu? Tekanan bukan seseuatu yang harus kita hindari, tetapi tekanan adalah sesuatu yang harus kita lewati, "Confident" is the key. Saat kamu sudah mempunyai cukup "Reason" yang masuk di akal sehat manusia dan siap untuk dicetuskan untuk bisa lepas dari tekanan. Cetuskanlah dengan percaya diri dengan berani, tunjukan sikap bahwa alasan-mu bisa dipertimbangkan to "Overcome" the pressure.
And last thing gw mau ambil sedikit kata-kata dari ko loloque :) ( copyright ) :
"Kenapa burung pipit terbangnya bareng-bareng? Karena mereka takut akan angin yang kencang dan keras, mereka takut terpisah, takut sendiri, takut terbawa arus. Tapi mengapa Rajawali terbang sendiri? Karena mereka tidak takut akan angin yang kencang dan keras, dia tidak takut untuk terbang sendiri, dia siap untuk menghadapi angin yang kencang, dan dia tidak akan terbawa arus. Karena dia percaya dengan kekuatannya"
Kita semua seperti rajawali, dan didalam kita ada sesuatu yang lebih besar lagi daripada kekuatan kita yang seperti rajawali. Kita punya TUHAN yang tidak terbatas. GBU
Jumat, 13 November 2009
Rabu, 21 Oktober 2009
Endurance.
I got this inspiration to share about when I was running. Jadi ceritanya, gw ama ian lagi lari tadi sore di lapangan bola, karena ian terlambat, gw lari duluan, dan gw sempat lari 4 putaran, terus gw udah kecapean, baru deh si Ian datang. Yak, setelah ian datang dan gw udah ngos-ngos-an, si Ian ngajakin lari lagi, yes, dan akhirnya gw mampus.
Tapi gw dapat inspirasi ini waktu putaran terakhir, waktu si Ian ngajakin sprint dan belum ampe finish gw udah tepar, terus Ian lariii terusss ampe finish.
Kita kadang mikir, kalau waktu yang Tuhan kasih buat kita itu selalu ga cukup, kadang kita mikir kita tidak akan bisa buat achieve apa yang kita inginin kalo kita tidak fokus.
Bayangkan ada dua rute jalan yang ditempuh oleh dua orang yang berbeda, yang satu kehidupannya biasa aja, ga sibuk, anggapannya abis kuliah, ngurus urusan yang perlu diurus, terus pulang, belajar, yang satu-nya lagi orang-nya sibuk, ngurus ini itu, ikut kepanitiaan sana sini. Tapi hal yang dikeluhin sama, yaitu sama-sama kekurangan waktu buat belajar, buat kerjain tugas, buat tidur, dan lain-lain.
tapi temen-temen, percaya bahwa Tuhan udah kasi kita waktu yang cukup buat yang sibuk dan yang ga sibuk, bedanya hanya mungkin yang sibuk rute jalannya muter ke kiri ke kanan, dan yang ga sibuk itu jalannya lurus aja. Yang bedain kita punya waktu yang cukup atau ga, hanya kemauan kita untuk terus bertahan, untuk terus berlari di rute jalan yang entah berkelak-kelok, atau di jalan yang lurus.
Orang yang rute jalannya itu hanya lurus tetapi berhenti berlari-pun tidak akan mendapatkan apa-apa apabila dibandingkan orang yang rute jalannya berkelak-kelok tetapi tetap berlari tanpa berhenti.
Karena itu teman-teman, teruslah berlari, seperti apapun rute jalan yang engkau tempuh, entah mendaki, entah menuruni, entah berkelak-kelok, jangan stop, jangan berhenti, berlarilah! Karena saat kita terbiasa, kita tidak akan pernah mengeluh lagi.
Minggu, 04 Oktober 2009
Answer.
Setelah sekian lama gw vakum karena aktivitas, sekarang gw mau nyempetin buat tulis blog. Sebelum hari ini berakhir, gw mau share aja tentang sebuah hal yang selalu kita cari, selalu kita pertanyakan, ya, mengenai sebuah jawaban. Kita hidup di dunia pasti mencari sebuah jawaban, kita jatuh bangun cuma buat sebuah jawaban, yang in the end kadang jawabannya bisa memuaskan kita, atau kadang jawabannya mengecewakan kita. Tapi itulah hidup, kita ga bakal bisa tau apa yang ada di depan, kita cuma dapat memperkirakan dan mencegah, tapi saat sebuah jawaban muncul, terkadang jawaban itu bisa ngerubah hidup kita 180 derajat.
Kita terkadang terlalu sering ngeluh akan smua hal, kadang dengan jawaban-jawaban yang ga bisa memuaskan hati kita, kita terus berharap dan terus berharap. Tapi kita ga selamanya bakal jadi seseorang yang berharap terus, one day, we must be the one who give an answer to people who need it. One day, we will not become an lazy people that just sitting and not doing anything, one day we must be the one who will become a better and better people answer the people hope.
Kesannya terlihat sedikit berlebihan, tapi, kita bisa untuk hal itu, mulailah dari hal yg kecil, dengan menjawab harapan orang tua yang di taruh dalam diri kita, untuk menjadi orang yang diharapkan orang tua kita suatu saat nanti, dimana mereka akan berkata,"Papa dan Mama bangga punya anak seperti kamu" setelah orang tua, mungkin kita akan menjadi jawaban bagi orang disekitar kita yg membutuhkan jawaban, menjadi teman sharing, menjadi seseorang yang bisa di depend on. Jadilah "A Light of Hope" for people who need us.
Dari yang kecil itu, dengan kesetiaan kita, dan kerja keras kita, one day kita bakal jadi jawaban banyak orang di dunia, mungkin, suatu hari nanti, salah satu dari kita akan mengeluarkan teori ekonomi baru yang akan menjawab kebutuhan dunia, salah satu dari kita akan mengeluarkan sebuah energi baru yang di dampakan semua orang di dunia, dan mungkin salah satu dari kita akan menemukan sebuah obat terbaru untuk kanker, AIDS, atau penyakit-penyakit lainnya yang belum ada penyembuhnya.
Itu semua bukan mimpi, buktinya para pendahulu-pendahulu kita sudah melakukan begitu banyak hal untuk menjawab semua harapan kita, dari orang tua kita aja contohnya, dulu waktu masih kecil berharap dibelikan mainan, dan dibeliin, dan begitu banyak hal-hal lainnya, yang terkadang kita lupain.
Menjadi jawaban bagi orang-orang yang ada disekitar kita, menjadi cahaya harapan, adalah sesuatu yang dititipin Tuhan buat kita, untuk saling menolong sesama kita!
God Bless :)
Kita terkadang terlalu sering ngeluh akan smua hal, kadang dengan jawaban-jawaban yang ga bisa memuaskan hati kita, kita terus berharap dan terus berharap. Tapi kita ga selamanya bakal jadi seseorang yang berharap terus, one day, we must be the one who give an answer to people who need it. One day, we will not become an lazy people that just sitting and not doing anything, one day we must be the one who will become a better and better people answer the people hope.
Kesannya terlihat sedikit berlebihan, tapi, kita bisa untuk hal itu, mulailah dari hal yg kecil, dengan menjawab harapan orang tua yang di taruh dalam diri kita, untuk menjadi orang yang diharapkan orang tua kita suatu saat nanti, dimana mereka akan berkata,"Papa dan Mama bangga punya anak seperti kamu" setelah orang tua, mungkin kita akan menjadi jawaban bagi orang disekitar kita yg membutuhkan jawaban, menjadi teman sharing, menjadi seseorang yang bisa di depend on. Jadilah "A Light of Hope" for people who need us.
Dari yang kecil itu, dengan kesetiaan kita, dan kerja keras kita, one day kita bakal jadi jawaban banyak orang di dunia, mungkin, suatu hari nanti, salah satu dari kita akan mengeluarkan teori ekonomi baru yang akan menjawab kebutuhan dunia, salah satu dari kita akan mengeluarkan sebuah energi baru yang di dampakan semua orang di dunia, dan mungkin salah satu dari kita akan menemukan sebuah obat terbaru untuk kanker, AIDS, atau penyakit-penyakit lainnya yang belum ada penyembuhnya.
Itu semua bukan mimpi, buktinya para pendahulu-pendahulu kita sudah melakukan begitu banyak hal untuk menjawab semua harapan kita, dari orang tua kita aja contohnya, dulu waktu masih kecil berharap dibelikan mainan, dan dibeliin, dan begitu banyak hal-hal lainnya, yang terkadang kita lupain.
Menjadi jawaban bagi orang-orang yang ada disekitar kita, menjadi cahaya harapan, adalah sesuatu yang dititipin Tuhan buat kita, untuk saling menolong sesama kita!
God Bless :)
Minggu, 13 September 2009
Rainbow.
Kenapa pelangi itu indah? Pelangi itu indah karena ada warna-warna yang bersatu yang membentuk sebuah lengkungan yang indah d atas langit, saat warna-warna dan bentuknya terbentuk dengan sempurna, maka indahlah pelangi itu. Ketujuh komposisi warna mejikuhibiniu itu terlihat sempurna, tapi pernahkah kalian bayangin saat salah satu warna-nya hilang? Akankah pelangi tersebut terlihat cantik lagi? atau mungkin saat ada awan atau ada benda-benda di langit yang menghalangi-nya. Akankah pelangi tersebut se-sempurna apabila tidak terlahang?
Bayangkan jika pelangi itu adalah teman kalian, saat kalian memandang teman kalian, kalian ga bakal bosan, walaupun teman kalian itu sudah jadi teman yang mungkin bakal kalian liat terus selama 1-2 tahun atau 5 tahun, atau untuk selamanya. Mereka siap menerangi hati kita saat hati kita di penuhi dengan awan-awan hitam, dengan warna-nya, mereka mencerahkan kita, membuat kita menjadi salah satu bagian dari mereka dan menyempurnakannya.
Teman kita layaknya warna-warna yang ada di pelangi, berbeda-beda, tetapi saat disatukan, itu semua akan menjadi indah, Tuhan kita menciptakan kita itu ber"warna", apabila Tuhan menciptakan kita hanya dengan satu "warna" dunia ini terlalu bosan untuk dinikmati. Karena warna-warna itulah, dunia ini "hidup" menjadi satu tempat yang akan kita nikmati dengan segenap hati kita.
Mungkin ada kala saat-nya kita harus berpisah. Saat dimana kita tidak akan bersama lagi. Janganlah engkau sedih karena sebuah perpisahan, perpisahan bukan sebuah akhir, tapi sebuah awal, ya, sebuah awal untuk membentuk "pelangi-pelangi" baru, membentuk pelangi-pelangi baru yang ga hanya untuk diri kita sendiri, tapi kepada semua orang yang membutuhkan "Pelangi-pelangi" tersebut!!!
God Bless All of You :D
-Gregory Joey-
Bayangkan jika pelangi itu adalah teman kalian, saat kalian memandang teman kalian, kalian ga bakal bosan, walaupun teman kalian itu sudah jadi teman yang mungkin bakal kalian liat terus selama 1-2 tahun atau 5 tahun, atau untuk selamanya. Mereka siap menerangi hati kita saat hati kita di penuhi dengan awan-awan hitam, dengan warna-nya, mereka mencerahkan kita, membuat kita menjadi salah satu bagian dari mereka dan menyempurnakannya.
Teman kita layaknya warna-warna yang ada di pelangi, berbeda-beda, tetapi saat disatukan, itu semua akan menjadi indah, Tuhan kita menciptakan kita itu ber"warna", apabila Tuhan menciptakan kita hanya dengan satu "warna" dunia ini terlalu bosan untuk dinikmati. Karena warna-warna itulah, dunia ini "hidup" menjadi satu tempat yang akan kita nikmati dengan segenap hati kita.
Mungkin ada kala saat-nya kita harus berpisah. Saat dimana kita tidak akan bersama lagi. Janganlah engkau sedih karena sebuah perpisahan, perpisahan bukan sebuah akhir, tapi sebuah awal, ya, sebuah awal untuk membentuk "pelangi-pelangi" baru, membentuk pelangi-pelangi baru yang ga hanya untuk diri kita sendiri, tapi kepada semua orang yang membutuhkan "Pelangi-pelangi" tersebut!!!
God Bless All of You :D
-Gregory Joey-
Rabu, 02 September 2009
Root.
Sepupu gw, Vicky, pernah mengatakan sesuatu saat iCare, dia mengatakan seperti ini,"Seorang pemanah akan selalu memilih busur panah yang terbaik untuk ditembak-kan."
In our little heart, we always wanted to become the best one in this life. Tapi untuk menjadi yang terbaik itu tidak mudah, bukan dengan modal uang kamu akan menjadi yang terbaik, bukan dengan sekedar modal kepintaran kamu akan menjadi yang terbaik, it never that simple.
Untuk menjadi yang terbaik, kita harus memiliki "dasar" yang kuat. Pohon yang dapat berdiri tegak selama ratusan tahun ditopang oleh sebuah "akar" yang kuat pula. Akar itu pula yang memberikan topangan, nutrisi, yang membuat pohon tersebut kokoh berdiri tegak, dipenuhi dengan dahan-dahan yang rindang, dan berbuah banyak.
Kita tidak memerlukan barang yang mahal untuk membantu kita menjadi yang terbaik, kita tidak membutuhkan teknologi yang paling baru yang paling canggih untuk memudahkan kita melakukan hal-hal yang kita lakukan. Memanfaatkan apa yang sudah kita punyai dengan sebaik mungkin, menggunakan hal-hal dasar yang simple, ie. disiplin yang baik akan membentuk karakter yang baik, disiplin dalam belajar, disiplin dalam bekerja, disiplin dalam waktu, disiplin dalam berdoa. Membentuk karakter terbaik. itu baru dari sebuah disiplin, bagaimana kalo disiplin itu di gabung dengan kerendahan hati, sifat saling toleran, sifat positive thinking, sifat saling tolong menolong, tidak egois. Be creative, dapat menggantikan posisi barang-barang dengan teknologi super canggih dan super mahal. Ga mungkin kita ga bisa achieve smua itu, nothing impossible in this world. Semua sifat-sifat di atas adalah sifat-sifat simple yang sudah di tanamkan di dalam diri kita sejak kecil, dari orang tua kita. Tetapi semakin kita dewasa sifat-sifat seperti itulah yang sudah hilang, entah karena pergaulan, lingkungan, dll.
David Beckham yang terkenal dengan tendangan bebasnya yg melengkung dan dianggap sebagai salah satu "the best cross/fk in the world" itu-pun pasti mendapatkannya dengan latihan tendangan bebas yang berulang-ulang, dengan disiplin, dengan segenap hati, sehingga ia mampu mengevolusikan tendangan bebas yang biasa menjadi tendangan bebas yang tidak akan pernah dimiliki oleh orang lain.
Maka dari itu, punyailah "akar" yang kuat, akar yang kokoh, yang akan membentuk dan menopang sebuah pohon yang besar, tidak hanya besar, "akar" tersebut akan memberikan nutrisi-nutrisi yang di butuhkan oleh pohon yang besar, sehingga pohon tersebut akan rindang, memberikan kesejukan bagi mereka yang berteduh d atas pohon tersebut, dan pohon tersebut akan berbuah, dan buahnya akan manis sekali saat di makan.
---= Gregory Joey =---
In our little heart, we always wanted to become the best one in this life. Tapi untuk menjadi yang terbaik itu tidak mudah, bukan dengan modal uang kamu akan menjadi yang terbaik, bukan dengan sekedar modal kepintaran kamu akan menjadi yang terbaik, it never that simple.
Untuk menjadi yang terbaik, kita harus memiliki "dasar" yang kuat. Pohon yang dapat berdiri tegak selama ratusan tahun ditopang oleh sebuah "akar" yang kuat pula. Akar itu pula yang memberikan topangan, nutrisi, yang membuat pohon tersebut kokoh berdiri tegak, dipenuhi dengan dahan-dahan yang rindang, dan berbuah banyak.
Kita tidak memerlukan barang yang mahal untuk membantu kita menjadi yang terbaik, kita tidak membutuhkan teknologi yang paling baru yang paling canggih untuk memudahkan kita melakukan hal-hal yang kita lakukan. Memanfaatkan apa yang sudah kita punyai dengan sebaik mungkin, menggunakan hal-hal dasar yang simple, ie. disiplin yang baik akan membentuk karakter yang baik, disiplin dalam belajar, disiplin dalam bekerja, disiplin dalam waktu, disiplin dalam berdoa. Membentuk karakter terbaik. itu baru dari sebuah disiplin, bagaimana kalo disiplin itu di gabung dengan kerendahan hati, sifat saling toleran, sifat positive thinking, sifat saling tolong menolong, tidak egois. Be creative, dapat menggantikan posisi barang-barang dengan teknologi super canggih dan super mahal. Ga mungkin kita ga bisa achieve smua itu, nothing impossible in this world. Semua sifat-sifat di atas adalah sifat-sifat simple yang sudah di tanamkan di dalam diri kita sejak kecil, dari orang tua kita. Tetapi semakin kita dewasa sifat-sifat seperti itulah yang sudah hilang, entah karena pergaulan, lingkungan, dll.
David Beckham yang terkenal dengan tendangan bebasnya yg melengkung dan dianggap sebagai salah satu "the best cross/fk in the world" itu-pun pasti mendapatkannya dengan latihan tendangan bebas yang berulang-ulang, dengan disiplin, dengan segenap hati, sehingga ia mampu mengevolusikan tendangan bebas yang biasa menjadi tendangan bebas yang tidak akan pernah dimiliki oleh orang lain.
Maka dari itu, punyailah "akar" yang kuat, akar yang kokoh, yang akan membentuk dan menopang sebuah pohon yang besar, tidak hanya besar, "akar" tersebut akan memberikan nutrisi-nutrisi yang di butuhkan oleh pohon yang besar, sehingga pohon tersebut akan rindang, memberikan kesejukan bagi mereka yang berteduh d atas pohon tersebut, dan pohon tersebut akan berbuah, dan buahnya akan manis sekali saat di makan.
---= Gregory Joey =---
Jumat, 28 Agustus 2009
Simplicity.
Akhirnya gw menyempatkan diri untuk menulis di sela2 kesibukan yang sedang melanda gw. Di saat-saat yang seperti ini gw merasa perlu mengutarkan apa yang ada di dalam otak gw berubah menjadi tulisan-tulisan yang bakal kalian baca.
So, today I'll talking about simplicity. Terkadang, di 'mind set' kita, kita selalu berpikir sesuatu yang 'wah' sesuatu yang 'wow' and everything yang bener2 'out of our mind'.
bayangkan saat kalian hendak menyebrang di zebra cross, lalu ada seorang security membantu kalian menyebrang dengan memberhentikan mobil2 yang hendak melewati atau mengganggu kalian menyebrang, setelah kita menyebrang kita bilang "terima kasih" terhadap sang security. Sang security pun pasti akan merasa di hargai, hanya dengan sebuah ucapan "terima kasih". Mungkin pada saat engkau mencoba meminta bantuan teman dengan mengucapkan kata,"tolong" temanmu pun pasti akan dengan senang hati membantu engkau, temanmu pasti ga akan merasa seperti babu yang di suruh-suruh.
Sebenarnya masih ada begitu banyak hal-hal simple lainnya, yang apabila kita lakukan akan membahagiakan orang lain, tapi terkadang kita terlalu "gengsi" untuk melakukan hal-hal simple tersebut. Pada saat kita melakukan hal-hal simple tersebut, kita menghargai orang lain sekaligus meninggikan orang tersebut, tetapi pada saat yang bersamaan kita juga meningkatkan diri kita, kita akan menjadi teladan bagi orang-orang lain yang ada di sekitar kita.
Batu kecil kerap menjadi sandungan, sering sekali di dalam hidup kita terjadi begitu banyak masalah hanya karena hal-hal kecil, hanya karena gengsi tidak ingin mengucapkan kata "maaf", atau marah gara2 disuruh2 kayak babu, karena tidak ingin mengucapkan kata "tolong" dan begitu banyak hal-hal kecil lainnya yang jadi besar dan menjadi masalah yang berlarut-larut.
So, today I'll talking about simplicity. Terkadang, di 'mind set' kita, kita selalu berpikir sesuatu yang 'wah' sesuatu yang 'wow' and everything yang bener2 'out of our mind'.
bayangkan saat kalian hendak menyebrang di zebra cross, lalu ada seorang security membantu kalian menyebrang dengan memberhentikan mobil2 yang hendak melewati atau mengganggu kalian menyebrang, setelah kita menyebrang kita bilang "terima kasih" terhadap sang security. Sang security pun pasti akan merasa di hargai, hanya dengan sebuah ucapan "terima kasih". Mungkin pada saat engkau mencoba meminta bantuan teman dengan mengucapkan kata,"tolong" temanmu pun pasti akan dengan senang hati membantu engkau, temanmu pasti ga akan merasa seperti babu yang di suruh-suruh.
Sebenarnya masih ada begitu banyak hal-hal simple lainnya, yang apabila kita lakukan akan membahagiakan orang lain, tapi terkadang kita terlalu "gengsi" untuk melakukan hal-hal simple tersebut. Pada saat kita melakukan hal-hal simple tersebut, kita menghargai orang lain sekaligus meninggikan orang tersebut, tetapi pada saat yang bersamaan kita juga meningkatkan diri kita, kita akan menjadi teladan bagi orang-orang lain yang ada di sekitar kita.
Batu kecil kerap menjadi sandungan, sering sekali di dalam hidup kita terjadi begitu banyak masalah hanya karena hal-hal kecil, hanya karena gengsi tidak ingin mengucapkan kata "maaf", atau marah gara2 disuruh2 kayak babu, karena tidak ingin mengucapkan kata "tolong" dan begitu banyak hal-hal kecil lainnya yang jadi besar dan menjadi masalah yang berlarut-larut.
Rabu, 19 Agustus 2009
Bravery.
Beberapa hari yang lalu kita baru aja ngerayaain kemerdekaan negara kita yg ke-64, teman, coba kita sama2 pikirin, kalo kita ga merdeka 64 tahun yg lalu, apakah ada negara yang bakal kita sebut Indonesia ini? Keberanian-lah yang pada awal-nya membuat kita mempunyai negara merdeka bernama Indonesia, keberanian untuk melawan penjajah, keberanian untuk memproklamasikan kemerdekaan ditengah-tengah peperangan. Pikirkan bagaimana nasib-nasib kita, apabila dulu para pahlawan-pahlawan kita tidak berani mengambil keputusan untuk membangkak melawan penjajah, untuk berani memproklamasikan kemerdekaan negara Indonesia? mungkin kita mesti tunggu di bantu oleh negara lain terlebih dahulu baru bisa merdeka.
Guys, saat ini kita tidak akan lagi menjadi seseorang yang mau menunggu orang lain untuk membantu kita, saat ini kita bukan lagi orang yang gugup untuk mengambil keputusan, teman, saat ini kita mesti berani untuk mengambil keputusan! Percaya bahwa disaat kita berani mengambil keputusan tersebut, pada saat itu kita akan merubah hidup kita dan hidup banyak orang! Keberanian, adalah langkah awal untuk memulai segala sesuatu, saat kita berani untuk mengambil keputusan, saat itu pula kita berani untuk menghadapi segala konsekuensinya.
Guys, pada saat kita berani mengambil keputusan, saat itu pula kita tidak boleh takut untuk merasa kehilangan, percaya, bahwa keberanian kita suatu saat nanti akan dibalas berkali-kali lipat pada waktunya! Believe it!
Lihatlah pahlawan-pahlawan kita, berperang tanpa mengharapkan sesuatu, mereka berani mempertaruhkan nyawanya demi sebuah negara yang ditindas selama 300 tahun, mereka tidak mengharapkan apa-apa, mereka hanya menginginkan sebuah tempat dimana semua orang bisa hidup damai tanpa tertindas, lihat guru dan dosen kita, memberikan ilmu tanpa mengharapkan kita untuk membalas mereka.
Sudah saatnya bagi kita untuk saling menolong tanpa harus mengharapkan repay dari orang yang kita tolong, percaya bahwa saat kita berani untuk saling menolong sesama, saat itu pula sebenarnya kita sedang menolong diri kita sendiri, dan suatu saat nanti kita akan keberanian kita akan dibalas dengan sesuatu yang setimpal.
Saat kita berani untuk menjadi seseorang pemimpin, saat itulah kita harus berani dalam menentukan keputusan, suatu keputusan yang ga hanya merubah hidup kita masing-masing, tapi juga merubah hidup banyak orang.
Tuhan Yesus dengan berani mengambil keputusan untuk menjadi serupa dengan manusia, berani untuk mati di atas kayu salib demi menyelematkan manusia, dan pada akhirnya, Ia telah merubah kehidupan banyak orang, Sudah seharusnya bagi kita yang mempercayai Dia, kita harus berusaha untuk serupa dengan gambar-Nya, karena kita diciptakan sesuai dengan gambar-Nya.
Sudah saatnya bagi kita, berani untuk mengambil keputusan-keputusan yang sulit tanpa harus mengharapkan balas jasa, sudah seharusnya bagi kita untuk berani mengarungi keputusan tersebut tanpa harus mengeluh, karena dengan modal keberanian, kita tidak hanya merubah diri kita sendiri, tapi merubah hidup banyak orang, seperti Dia.
God Bless :)
Guys, saat ini kita tidak akan lagi menjadi seseorang yang mau menunggu orang lain untuk membantu kita, saat ini kita bukan lagi orang yang gugup untuk mengambil keputusan, teman, saat ini kita mesti berani untuk mengambil keputusan! Percaya bahwa disaat kita berani mengambil keputusan tersebut, pada saat itu kita akan merubah hidup kita dan hidup banyak orang! Keberanian, adalah langkah awal untuk memulai segala sesuatu, saat kita berani untuk mengambil keputusan, saat itu pula kita berani untuk menghadapi segala konsekuensinya.
Guys, pada saat kita berani mengambil keputusan, saat itu pula kita tidak boleh takut untuk merasa kehilangan, percaya, bahwa keberanian kita suatu saat nanti akan dibalas berkali-kali lipat pada waktunya! Believe it!
Lihatlah pahlawan-pahlawan kita, berperang tanpa mengharapkan sesuatu, mereka berani mempertaruhkan nyawanya demi sebuah negara yang ditindas selama 300 tahun, mereka tidak mengharapkan apa-apa, mereka hanya menginginkan sebuah tempat dimana semua orang bisa hidup damai tanpa tertindas, lihat guru dan dosen kita, memberikan ilmu tanpa mengharapkan kita untuk membalas mereka.
Sudah saatnya bagi kita untuk saling menolong tanpa harus mengharapkan repay dari orang yang kita tolong, percaya bahwa saat kita berani untuk saling menolong sesama, saat itu pula sebenarnya kita sedang menolong diri kita sendiri, dan suatu saat nanti kita akan keberanian kita akan dibalas dengan sesuatu yang setimpal.
Saat kita berani untuk menjadi seseorang pemimpin, saat itulah kita harus berani dalam menentukan keputusan, suatu keputusan yang ga hanya merubah hidup kita masing-masing, tapi juga merubah hidup banyak orang.
Tuhan Yesus dengan berani mengambil keputusan untuk menjadi serupa dengan manusia, berani untuk mati di atas kayu salib demi menyelematkan manusia, dan pada akhirnya, Ia telah merubah kehidupan banyak orang, Sudah seharusnya bagi kita yang mempercayai Dia, kita harus berusaha untuk serupa dengan gambar-Nya, karena kita diciptakan sesuai dengan gambar-Nya.
Sudah saatnya bagi kita, berani untuk mengambil keputusan-keputusan yang sulit tanpa harus mengharapkan balas jasa, sudah seharusnya bagi kita untuk berani mengarungi keputusan tersebut tanpa harus mengeluh, karena dengan modal keberanian, kita tidak hanya merubah diri kita sendiri, tapi merubah hidup banyak orang, seperti Dia.
God Bless :)
Langganan:
Postingan (Atom)