Senin, 25 April 2011
Crisis
Rabu, 09 Maret 2011
1 for 12
Terkadang untuk berubah, kita harus berjalan diatas jalan yang berbatu dan terkadang kita tidak menggunakan alas kaki, dan terkadang kita tidak mau mengambil sepatu kita untuk berjalan diatasnya.Untuk berubah, kita harus berani berjalan! Berjalan bukan dengan tanpa alas kaki, tapi kita harus berani ambil sepatu, memakainya, dan berjalan! Dengan begitu kita bisa membuat suatu perubahan
Senin, 28 Februari 2011
My little Jazz
End of February
Sabtu, 12 Februari 2011
Life like a Twitter
Dalam perjalanan hidup ini, kita bisa membuat suatu presepsi yang menarik.
Dalam hidup ini tentu, kita akan memiliki seseorang yang kita ikuti dan seseorang yang tidak kita ikuti.
Berbagai alasan kita punya untuk hal-hal itu, kenapa kita mengikuti orang X, dan kenapa kita tidak mengikuti orang Z, atau terkadang kita menutup diri dari orang-orang yang ingin mengikut diri kita.
In a simple way, this part of our life is just like a twitter.
Sebuah social network yang dimana kita bisa saling bertukar short message yang dapat kita lihat dengan system “follow” dan “unfollow” or sometimes “mute” dan kita bisa “protect” our own profile.
Enough with that introduction, and now let’s just talk about life.
When we following someone, there is a enough reason that we’re following it, in this example I will talk when we are following our leader let’s say our parent or our boss in job, or our dean in the university, or anyone, let’s say your BOSS.
Saat kita tergabung dalam suatu instansi, tentu ada si bos, dan mau tidak mau kita harus mem-”follow” si bos, dan si bos akan “follow back” *(bahasa gaulnya folback) kita, dan apapun yang bos kita “tweet” walaupun terkadang itu tidak penting, apabila kita tidak mengikuti “tweet” yang telah di “tweet”-kan, ada konsekuensi yang menunggu.
Lu bakal di “unfollow” sama bos lu, di kicked out dari instansi tersebut.
But another part that should be our concern is about, free will, a freedom to choose or express neither to follow nor unfollow as I mention before, or sometimes mute the person we are following or we’re following them, but every time the person tweet something, we just ignored it, and assume that tweet never pop-up in the twitter.
And now let’s talk to our brain and our mind, how if we do that such thing to our God? I don’t talk about Christianity only, but for all religion which I believe have something in common.
How many times we are un-following God? For every tweet that we think contradict with our ego and will? For every tweet we think it’s unimportant and we just ignored it, pretend the words never came from His mouth, and just mute our ear and close our eyes from every words that He spoke to us.
And after we got the consequences because not following every single tweet that He post into our application called brain, after someone we follow *yet a person, tell us,”Go back, we must follow Him, because there’s a good thing if we keep following and do His thing”.
Sometimes with a shy expression or without any shame we click “follow” again, and it happen not only once, but many times! What a creature being we are, very selfish.
But He is just too good, every single consequences that He deliver upon us just simply make us keep following Him, a consequences that tell us to click “Follow” and read every “Tweet” He post every seconds to our brain, and tell us to do it, keep faith in Him, and walk together with Him.
And the best part is, we may un-following God, BUT He NEVER UN-FOLLOWING US
Minggu, 16 Januari 2011
Late
Ada seorang anak cewe, dan dia memiliki teman-teman satu geng yang juga satu angkatan yang pada tahun ini akhirnya mengambil tugas akhir, yang mana apabila dia berhasil menyelesaikannya, ia akan lulus dari universitas tempat ia belajar.Tetapi pada kenyataannya, karena begitu banyak faktor yang mempengaruhi ia dalam pengerjaan tugas tersebut, ia akhirnya memutuskan untuk extend dan dia menyerah, sehingga ia tidak akan lulus pada akhir tahun ini dan harus mengulang tugas tersebut tahun depan.Hal lainnya adalah, teman-teman satu gengnya berhasil menyelesaikan pertempurannya dengan tugas akhir mereka, dan memastikan titel sarjana di tangan mereka, kemenangan telah mereka raih, dan mereka akan segera melangkah ke satu titik kehidupan yang baru.Tentu hal ini memberikan perasaan sendiri bagi anak cewe tersebut, setiap kali ia melihat temannya di nyatakan lulus, ia begitu senang, ia memeluknya, tetapi saat itu juga ia sedih dengan dia yang tidak bisa bersama-sama dengan mereka, menikmati kemenangan akan universitas. Setiap kali melihat orang-orang lain memberikan selamat kepada temannya yang lulus, raut wajahnya berubah, dari senyum hingga sedih, sebuah kesedihan mendalam tertulis di hatinya dan mengatakan,"Aku telah tertinggal.."
Sabtu, 08 Januari 2011
Welcome 2011!
Tahun baru yang datang untuk dilalui dengan semangat yang baru! :)
Another great year coming by..! Hoping for the best in this year!
Tahun yang baru selalu berkaitan dengan resolusi yang baru, sebuah target yang ingin dicapai di tahun ini, untuk satu tahun ke depan, langkah demi langkah akan di ambil, We've just to do our best! :D
For me, this year was started in Bali. A superb new year in Bali with fireworks, and a cold wind breeze in the midnight really give another great experience to get started in this year.

Okay, back to our business. Jadi, apa resolusi pada tahun ini? Jujur, tidak terpikirkan. Banyak hal-hal penting yang memang harus diberi perhatian khusus pada tahun ini.
Well, untuk beberapa hal. Gw tentu sudah mempersiapkan resolusi, tapi bukan dibidang kampus dan pendidikan. Ini adalah bidang-bidang lain yang gw tekuni, yah, hobby tentunya. Tahun ini ingin gw akhir dengan fun pada intinya.
Tahun ini adalah tahun terakhir gw di kampus, tahun depan gw akan memulai petualangan pendidikan gw di rumah sakit. Gw ingin mengakhiri karir sebagai mahasiswa gw dengan hal-hal yang memuaskan :)
Target-target khusus terutama untuk di luar bidang akademik "*akademik tentu juga harus memuaskan" harus bisa gw penuhi, well, tidak gampang untuk hal tersebut. Tapi untuk sesuatu yang besar kita harus berusaha. :)
Maybe that's all I can say as a welcoming words in this new year blog!
Happy new year and let's get started!